[RESEP] BANANA SPONGE CAKE

Foto seadanya dulu, besok (kalo sempet) bikin foto yang cakepan. Itu juga kalo sempet…kalo gak sempet harus puas sama foto ini ๐Ÿ˜€

Ceritanya pas mudik kemarin dibekelin pisang nangka sama Abah dan Ema (ibu dan bapak saya) ini pisang dari kebun, Abah yang tanam. Karena Bebe gak mau pulang, jadwal kembali ke Bandung terus mundur, ini udah pisang kesekian yang dipanen untuk dibawa pulang dan akhirnya dibawa dalam keadaan sudah terlalu matang. Kata Ema “Da Neng mah sok bikin bolu pisang, wios asak teuing nya?” Neng (sebutan saya, anak perempuan semata wayangnya ๐Ÿ˜‰) kan suka bikin bolu pisang, gak apa-apa ya pisangnya udah kematengan? Soalnya udah ga ada lagi, tiap Abah nyiapin pisang buat dibawa ke Bandung, Bebe gak mau pulang, akhirnya pisangnya dimakan dikampung, ini tuh udah stok yang terakhir, soalnya yang dikebon belum tua jadi belum bisa dipanen.

Oke, sesuai petuah Ema, saya berniat bikin bolu pisang. Tapi cuma niat aja, soalnya riweuh pisan. Pulang ke Bandung Minggu siang, tapi banyak banget yang harus dikerjakan, mana Rabu Bebe outbound disekolahnya.

Pisangnya udah hitam banget, aromanya udah gak jelas, kalo gak dikerjain hari ini takutnya malah jadi busuk beneran. Harus ngumpulin niat!

Rencananya siang ini (Kamis) mau mulai bikin, pernah bikin Banana Sponge Cake ala teh Ricke dan berhasil, jadi saya gak mau coba resep lain lagi, males kalo sampe gagal. 

Bahan udah siap semua, pisang udah dihaluskan, tapi Bebi seharian rewel banget. “Ok, bisa ditunda nanti sore pas anak-anak bangun” pikir saya. Ternyata setelah bangun tidur, makan dan mandi pun Bebi tetep nangis, ada kali sejam dia nangis, bingung saya. Tidur siang lama, perut harusnya sih kenyang soalnya dia gsk berenti nyusu, udah makan juga. Ya udah, saya nyerah deh, diajak main dikasur aja, dia minya nyusu, tapi baru sebentar DIA TIDUR.

Begitu Bebi tidur saya langsung me time, beres-beres rumah, nyuapin Bebe. Alhamdulillah dia tidurnya lama, jadi list pekerjaan selesai (walaupun masih banyak kerjaan lain menanti ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…)

Bebi bangun sekitar jam 7 atau 7.30 malam, moodnya bagus (persis saya, happy kalo kenyang dan cukup tidur) jadi saya bisa bikin banana cake. Tadinya saya mau tambah keju, tapi adonannya udah penuh, takutnya malah bleber pas dipanggang, jadi saya ikutin 100% resepnya. Yang mau coba, bisa nyontek resep dibawah ini โคต

Banana Sponge Cake by Ordinary Kitchen
Receipe: Ricke Indriani

Recook: Eksa Irawaty

Bahan:

500 gram pisang ambon matang, tanpa kulit (saya pake pisang nangka yang kulitnya sudah hitam semua)

50 ml susu cair, suhu ruang

4 butir telur (pakai ukuran sedang/besar)

100 gram gula pasir

100 gram brown sugar (saya pake gula palem)

1/4 sdt garam

300 gram terigu protein sedang (saya pakai protein rendah, gara-gara lupa nyimpen terigu protein sedang ๐Ÿ˜… )

25 gram maizena

1 sdt baking powder

1 sdt soda kue

1 sdt vanilla (pakai vanila ekstrak)

200 gram mentega/margarin, lelehkan (pakai margarin dan mentega, tapi karena pas ditimbang masih kurang, jadi ditambah minyak goreng)

Gula halus dicampur dengan sedikit kayu manis bubuk untuk taburan (opsional)
Cara Membuat:

  1. Panaskan oven 160’C. Siapkan loyang tulban (loyang bolong di tengah) diameter 23 cm. Olesi dengan mentega/margarin dan taburi terigu tipis-tipis. Sisihkan (saya pake pyrex oval)
  2. Hancurkan pisang hingga lumat dan lembut (karena sudah matang sekali jadi saya hancurkan pakai garpu saja). Campur dengan susu cair. Sisihkan (pisang dan susu saya blender)
  3. Ayak terigu, maizena, baking powder dan soda kue. Sisihkan.
  4. Kocok telur, gula pasir, palm sugar dan garam hingga mengembang, putih dan kental sekali (ini penting karena adonan akan diberi pisang yang berat).
  5. Masukkan campuran pisang dan susu cair dalam 2 tahap, aduk perlahan secara merata dengan spatula.
  6. Masukkan campuran tepung (terigu, maizena, baking powder dan soda kue) dalam 3 tahap, aduk merata dengan teknik aduk balik.
  7. Masukkan vanilla dan mentega/margarin leleh. Aduk merata dengan teknik aduk balik hingga adonan benar-benar homogen. Jangan ada mentega/margarin leleh yang belum tercampur rata.
  8. Tuang ke dalam loyang. Ratakan permukaannya. Hentakkan loyang dengan lembut ke meja 2x (untuk mengeluarkan jika ada gelembung udara yang terperangkap saat menuang adonan).
  9. Panggang selama 45-50 menit hingga cake matang kecoklatan dan kokoh (sesuaikan dengan oven masing-masing). Test tusuk dan test sentuh permukaannya sudah membal.
  10. Keluarkan dari oven, balikkan loyang untuk mengeluarkan cake. Dinginkan. Taburi permukaannya dengan gula halus yang dicampur sedikit kayu manis bubuk (opsional). Potong-potong dan sajikan.

Note:

– Gunakan pisang yang sudah benar-benar matang agar lebih lembut, manis dan aromanya maksimal. Kulit pisang sudah banyak bintik-bintik hitam/tidak mulus lagi.

– Bila tidak ada brown sugar, bisa menggunakan full gula pasir. Silahkan menyesuaikan jumlah gulanya dengan selera manis masing-masing ya.

– Telur dan gula harus dikocok sampai benar-benar kental sekali, agar stabil saat ditambahkan pisang yang cenderung berat.

– Pastikan saat mengaduk mentega/margarin cair adonan sudah benar-benar homogen agar cake tidak bantat.

– Adonan cake cukup tinggi, jadi panggang dengan suhu rendah saja agar matang sempurna tetapi tidak cepat gosong. Lama memanggang sesuaikan dengan oven masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s