Cerita Ikan

Bahagia itu…ketika ke Ciroyom, harga ikan murah banget.

Tenggiri 35rb/kg

Patin 20rb/kg

Cumi 45rb/kg
Ngeliat harga murah, saya langsung impulsif.

Beli tenggiri 2 ekor, “buat bikin pempek” pikir saya. Soalnya pempek yang enak kan harganya lumayan banget nguras kantong, kemarin mau order JNE Pesona langsung urung setelah liat harganya #pelit
patin 1kg (3 ekor) langsung minta dipotongin. Bisa dibuat sup ikan atau digoreng.
Cumi beli 6 ekor ±½kg, suka sakit hati kalo berenang pesen calamari tapi lebih banyakan bawang bombainya dibanding cumi, mahal pulak.
Setelah keluar dari area pasar basah baru inget kalo kulkasnya kecil, mau disimpen dimana? 

Ok, begitu nyampe rumah tenggiri harus langsung difilet biar kalo bikin pempek tinggal tambah sagu, dirumah ada stok sagu tani.

Patin tinggal cuci dan kucur jeruk nipis, kemas plastik per sekali masak 

Cumi dibersihin kulitnya, buang tinta & tulang belakangnya, lalu dipotong-potong dan dikemas plastik per sekali masak.

Setelah masuk plastik, masukin lagi diwadah kedap biar freezernya gak kotor.

Saya suka ikan, anak-anak juga suk banget, tapi saya hampir ga pernah masak ikan/sea food, soalnya aduuuh ribet banget. Mulai dari acara bersihinnya, penyimpanannya sampe masaknya. Waktu baru punya anak Bebe sih 

Suami saya ga makan ikan/daging dan aromanya bisa bikin dia (maaf) muntah, jadi acara bersih-bersih ikan harus pas dia lagi ga dirumah. Dilemanya, kalo dia ga dirumah anak-anak ga ada yang pegang. Saya biasa bersihin ikan dibelakang rumah, setelahnya teras belakang harus disikat berkali-kali dengan sabun dan terakhir disiram karbol, agar aroma amisnya hilang. Selesai? Belum, karena setelah itu saya harus mandi sampai bersih sampai aroma amis dibadan juga hilang.

Ikan yang sudah dibersihkan biasanya saya simpan dalam plastik per sekali masak, lalu disimpan lagi diwadah tertutup agar cairan/darahnya tidak mengotori freezer.

Masak ikan juga ga bisa tiap waktu, harus pas suami kerja agar waktu dia pulang ga tercium lagi bau amis. Sesudah masak, dapur dan rumah pun harus benar-benar bersih & ga bau amis. 

Hal lain yang bikin saya malas masak ikan adalah boros minya goreng. Kalo dirumah Mamah, minyak 1-2 liter habis pun ga percuma, karena masaknya banyak. Lha disini yang makan ikan cuma saya sama Bebe (sekarang tambah Bebi) paling sekali goreng 2-3 potong, minyak segitu banyak harus langsung dibuang karena saya juga ga tahan sama baunya.

Ok, kembali ke pasar.

Dari area basah kemudian melangkah ringan dengan riang ke area sayur dan mendapati kenyataan harga cabe keriting 65rb/kg dan harga sayiran melejit naik, jadi pengen nangis.
Bahagianya gak tahan lama 😀😅😥😪

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s