Loyang Tuban

Begitu melek Nanto ngomong “Kayaknya makan.bala-bala enak ya? Duh tadi di Giant lupa ga beli bahannya”

Sebagai istri shaleha, gw respon positif keinginan suami “Ada ah, di kulkas”

“Tepung bakwannya?”
“Kan biasanya juga aku racik sendiri bumbunya”

5 menit kemudian gw udah nguprek di dapur bikin bala-bala buat kekasih hati (ciyeee) tapi gorengan terakhir terpaksa dia yang beresin karena si bayi pengen nyusu.

Abis maghrib kami goler-goler dikasur.
Me: Enak ga yank bala-balanya?
Him: Enak yank, kenyang banget
Me: Eh yank, kamu mau beliin aku loyang tulban ga?
Him: Loyang apa? Kan udah ada yang kotak, bulet, loyang brownies sampe yang bongkar pasang.
Me: Ini yang bolong tengahnya, kayak gini (sambil nunjukin gambar)
Him: Berapaan?
Me: Yang teflon ga sampe 100
Him: Ya udah beli aja
Me: (belom bisa girang, soalnya belom tau siapa yang harus bayar) Beli pake uang siapa?
Him: Biasanta juga nanti kamu itung-itungan nagih ke Baba

Ok, boleh girang sekarang! πŸ˜πŸ˜„πŸ˜†πŸ˜‰πŸ˜ŠπŸ˜πŸ˜˜πŸ˜—πŸ˜™πŸ˜šβ˜ΊπŸ˜‡

Sumber gambar: Femina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s