2.5% dari penghasilan kita adalah hak fakir miskin, jadi mau ga mau, rela ga rela harus dikeluarkan. Terus kalo ga bayar zakat gimana? Ya artinya kita makan hak orang lain.

Biasanya kalo (gw sih) menunda bayar zakat jadinya adaa aja kejadian yang malah bikin keluar duit lebih banyak dan akhirnya nyari aleasan buat nunda lagi.

Misal uang zakat udah dipisahin tapi ga langsung dibayarin, tadinya mau sekalian transfer uang qurban, etapi pas tramsfer uang qurban lupa ditambahin buat zakat. Ya udah, dikasih tukang sampah aja, eh pas jadwalnya sampah diangkut lupa ambil uang. Rencana berubah lagi, nanti aja dititip Abah kalo mudik.

Karena terus menunda, kemudian saya ‘ditegur’, Bebe harus dibawake UGD dan ternyata ga di cover BPJS.

Hiks akhirnya pengeluaran buan ini malah dobel, ya zakat (yang memang harus) dan bayar biaya RS.

Nah ini godaan lagi lho, dikepala mikirnya “Bulan depan aja deh, uangnya kan kepake sama bayar RS”
Udah ah, saya ga mau kena tegur lagi, mending buru-buru disalurkan aja zakatnya, biar yang saya, anak saya dan suami saya makan halal.
Percaya aja, nanti dikasih rejeki yang lebih banyak lagi sama Allah SWT. Amin.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s