Kayu Putihnya Berenti Ya Be…

Sejak disapih dot tiap mau tidur Bebe selalu minta punggungnya dipijat dan dibalur kayu putih, tapi makin kesini permintaannya makin banyak, bukan cuma sebelum tidur, dia bisa semaleman minta dipijat dan dibalur kayu putih berkali-kali, kalo permintaannya ga diturut dia bisa nangis jerit-jerit.

Oke, ini mulai ga sehat… Saya juga butuh tidur, ga bisa donk semaleman saya nurutin maunya dia. Selain itu, pengeluaran buat beli kayu putih jadi meningkat 4 sampai 5x lipat, dari yang sebelumnya cuma pake kayu putih kalo lagi ga enak badan menjadi tiap habis mandi, tidur pagi, tidur siang, dan sepanjang malam kalo dia tidur. Udah gitu pas saya cek punggungnya, kulitnya kering, malah ada yang sampe luka iritasi. Keputusan saya bulat, kebiasaan ‘punggung’ ini harus dihentikan.

Pas Bebe tidur pagi hari ini saya mulai menolak permintaan balur kayu putih dan pijat punggung, ga seperti yang saya duga sebelumnya, ternyata dia ga nangis, malah langsung tidur. Begitu juga pas Bebe tidur siang, ga ada berantem atau perdebatan, cuma pas tidur malem aja dia agak ngeyel minta ‘kayu putih’ dan ‘punggung’ saya cuma terus bilang “Kayu putihnya berenti, soalnya kulit bebe jadi kering dan iritasi, bubu lakuin ini karena bubu sayang bebe. Sekarang bebe berdoa, tutup matanya, tidur, bubu tepuk-tepuk aja yah…” dia pun ngerti dan akhirnya tidur.

Bubu sayang Bebe, kamu anak shalehnya Bubu, anak pinter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s